Masalah dalam penelitian kualitatif

Setiap penelitian baik penelitian kuantitatif maupun kualitatif selalu berangkat dari masalah. Namun terdapat perbedaan yang mendasar antara “masalah “ dalam penelitian kualitatif. “masalah “ yang akan di pecahkan melalui penelitian harus jelas, spesifik, yang di bawa oleh peneliti masih remang-remang, bahkan gelap kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, “masalah “ dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara  (tentative) dan akan berkembang atau berganti setelah peneliti berada di lapangan.

Ada tiga kemungkinan

Dalam penelitian kualitatif, akan terjadi tiga kemungkinan terhadap “masalah “ yang di bawa oleh peneliti dalam penelitian. Pertama, masalah yang di bawa oleh peneliti tetap, sehingga sejak awal sanpai akhir penelitian sama. Kedua,  “masalah” yang di bawa peneliti setelah memesuki penelitian berkembang yaitu memperluas atau memperdalam masalah yang telah di siapkan. Dengan demikian tidak terlalu banyak perubahan, sehingga judul penelitian cukup di sempurnakan. Ketiga, “masalah” yang di bawa peneliti setelah memesuki penelitian harus di  “ganti”. Dengan denikian judul proposal dengan judul penelitian tidak sama dengan judulnya dig anti. Dalam institusi tertentu, judul yang diganti ini sering mengalami kesulitas administrasi. Oleh karena itu institusi yang menangani penelitian kualitatif, harus mau dan mampu menyesuaikan dengan karakteristik masalah kualitatif ini.

Peneliti kualitatif yang merubah masalah atau ganti judul penelitiannya setelah memasuki lapangan penelitian atau setelah selesai,merupakan peneliti kualitatif yang lebih baik, karena ia di pandang mampu melepaskan apa yang telah di pikirkan sebelumnya, dan selanjutnya mampu melihat fenomena secara lebih luas dan mendalam sesuai dengan apa yang terjadi dan berkembang pada situasi sosial yang diteliti.

Masalah, berbeda dengan Rumusan Masalah

Terdapat perbedaan antara masalah dan rumusan masalah. Seperti telah di kemukakan bahwa, masalah adalah merupakan penyimpangan antara yang seharusnya dengan yang terjadi. Sedangkan rumusan masalah adalah pertanyaan penelitian yang disusun berdasarkan masalah yang harus di carikan jawabannya melalui pengumpulan data. Dalam usulan penelitian, sebaiknya masalah tersebut perlu ditunjukan dengan data. Misalnya ada masalah tentang kualitas SDM yang masih rendah, maka perlu ditunjukan data kualitas SDM tersebut, melelui Human Development Index misalnya. Masalah kemiskinan perlu ditunjukan data tentang jumlah penduduk yang miskin, masalah korupsi perlu ditunjukan jumlah koruptor atau berapa jumlah uang negara yang dikorupsi.Data tentang masalah dapat berasal dari dokumentasi hasil penelitian, pengawasan, evaluasi, pengamatan pendahuluan, dan pertanyaan orang-orang yang patut di percaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: