Merumuskan Hipotesis Penelitian

Tidak semua penelitian kuantitatif memerlukan hipotesis penelitian. Penelitian kuantitatif yang bersifat eksploratoris dan deskriptif tidak membutuhkan hipotesis. Oleh karena itu sub bab hipotesis penelitian tidak harus ada dalam skripsi, tesis, atau disertasi hasil penelitian kuantitatif.
Secara prosedural hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka, karena hipotesis penelitian adalah rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan teoretis yang diperoleh dari kajian pustaka. Hipotesis mrupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoretis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya.
Secara teknis, hipotesis penelitian biasanya dicantumkan dalam Bab II (Bab Tinjauan Pustaka) setelah Tinjauan Teori dan Landasan Teori. Rumusan hipotesis hendaknya bersifat definitif atau direksional. Artinya, dalam rumusan hipotesisi tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau perbedaan antarvariabel, bagian akhir kajian dalam tesis dan disertasi perlu ada bagian tersendiri yang berisi penjelasan tentang pandangan atau kerangka berpikir yang digunakan peneliti berdasarkan teori-teori yang dikaji.
Jika sejauh ini anda merasa perlu jasa konsultasi, pembimbingan atau pendampingan secara pribadi dalam penulisan proposal atau laporan penelitian, anda bisa pelajari bagaimana saya bisa membantu anda dalam bentuk Layanan Konsultasi Penulisan atau klik di sini untuk menghubungi saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: