Mengenal Teknik sampling, Bias dan sampling errors

Pemilihan teknik pengarnbilan sampel merupakan upaya penelitian untuk mendapat sampel yang representatif (mewakili), yang dapat menggambarkan populasinya. Teknik pengambilan sampel tersebut dibagi atas 2 kelompok besar, yaitu : Probability Sampling (Random Sample) dan Non-Probability Sampling (Non Random Sample)



Probability Sampling


Pada pengambilan sampel secara random, setiap unit populasi, mempunyai kesempatan yang sama untuk diambil sebagai sampel. Faktor pemilihan atau penunjukan sampel yang mana akan diambil, yang semata-mata atas pertimbangan peneliti, disini dihindarkan. Bila tidak, akan terjadi bias. Dengan cara random, bias pemilihan dapat diperkecil, sekecil mungkin.
Ini merupakan salah satu usaha untuk mendapatkan sampel yang representatif. Keuntungan pengambilan sampel dengan probability sampling adalah sebagai berikut:

  • Derajat kepercayaan terhadap sampel dapat ditentukan.
  • Beda penaksiran parameter populasi dengan statistik sampel, dapat diperkirakan.
  • Besar sampel yang akan diambil dapat dihitung secara statistik.

Penyimpangan (Error)



Dari hasil pengukuran terhadap unit-unit dalam sampel diperoleh nilai-nilai statistik. Nilai statistik ini tidak akan persis sama dengan nilai parameternya. Perbedaan inilah yang disebut sebagai Penyimpangan (Sampling Error) Sedangkan pada non probability sampel, penyimpangan nilai sampel terhadap populasinya tidak mungkin diukur. Pengukuran penyimpangan ini merupakan salah satu bentuk pengujian statistik. Penyimpangan yang terjadi pada perancangan kuesioner, kesalahan petugas pengumpul data dan pengola data disebut Non Sampling Error.


Jika sejauh ini anda merasa perlu jasa konsultasi, pembimbingan atau pendampingan secara pribadi dalam penulisan proposal atau laporan penelitian, anda bisa pelajari bagaimana saya bisa membantu anda dalam bentuk Layanan Konsultasi Penulisan atau klik di sini untuk menghubungi saya.

6 responses to “Mengenal Teknik sampling, Bias dan sampling errors”

  1. lilies says :

    Variabel berasal dari akar kata vary (berarti: berbeda) dan able (berarti: dapat), secara harfiah kata 'variabel' dapat diartikan sebagai sesuatu yang hasilnya dapat berbeda-beda. Secara singkat, variabel adalah gejala yang menjadi fokus peneliti untuk diamati dan hasilnya dapat berbeda-beda (antar responden-Red). Tentunya banyak pengertian lain, tapi sepertinya pengertian itu sudah cukup.
    Salah satunya:

    Variabel pengganggu (intervening variable)Adalah variabel yang menjadi media pada suatu hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.
    Variabel bebas, tergantung, kontrol dan moderat merupakan variable-variabel kongkrit. halnya dengan variable pengganggu, variable tersebut bersifat hipotetikal artinya secara kongkrit pengaruhnya tidak kelihatan, tetapi secara teoritis dapat mempengaruhi hubungan antara varaibel bebas dan tergantung yang sedang diteliti. Oleh karena itu, variable pengganggu didefinisikan sebagai variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan varaibel yang sedang diteliti tetapi tidak dapat dilihat, diukur, dan dimanipulasi; pengaruhnya harus disimpulkan dari pengaruh-pengaruh variabel bebas dan variable moderat terhadap gejala yang sedang diteliti.

  2. Dwi Norhasanah says :

    variabel pengganggu adalah variabel yang dapat mempengaruhi variabel independen dan dependen, dimana variabel ini merupakan variabel yang tidak terlihat nyata dalam penelitian tetapi sebenarnya dapat secara tidak langsung mengecohkan penelitian yang sesungguhnya.

  3. Dwi Norhasanah says :

    Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

  4. Dwi Norhasanah says :

    Variabel pengganggu adalah variabel yang dapat mempengaruhi variabel independen dan dependen, dimana variabel ini merupakan variabel yang tidak terlihat nyata dalam penelitian tetapi sebenarnya dapat secara tidak langsung mengecohkan penelitian yang sesungguhnya.

  5. eni k says :

    variabel pengganggu adalah variabel yang mengganggu hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen dan merupakan variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga tidak akan mempengaruhi variabel utama yang akan diteliti

  6. arini susilowati says :

    variabel yang mengganggu hubungan antara variabel dependen dengan variabel indepen. variabel pengganggu merupakan variabel yang dikendalikan atau di buat konstan, shg tidak akan mempengaruhi variabel utama yang akan diteliti. variabel ini juga tidak mutlak di definisikan karena sering tidak di ukur. variabel pengganggu dapat di kendalikan dengan cara di pilih dari sampel maksudnya menghindari seminimal mungkin sampel yang mengandung variabel pengganggu atau jika tidak di analisis setelah terkumpulsemuanya. serta jika tidak dikendalikan diasumsikan sama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: